Kamis, 14 September 2017

Tugas Trouble shooting jaringan 2



1. Sebutkan 7 OSI layer dan jelaskan
2. Sebutkan Layer TCP/IP dan jelaskan
3. Data Link Layer
    a. Bagaimana cara mendeteksi kesalahan pada data link layer
    b. Jelaskan apa yang dimaksud IEEE lapisan MAC 48-bit Addressing
    c. Jelaskan Transparan bridging dan switching operasi
    d. Apa yang dimaksud Switch sebagai multiport jembatan
4. Network Layer  
    a. Pengertian Router dan jenis-jenis router
    b. Protokol yang ada pada network layer dan jelaskan fungsinya
    c. Jelaskan apa itu Internet kontrol message protokol (ICMP)
    d. Apa itu traceroute dan cara penggunaannya




Jawaban :


1). Pengertian OSI Layer


OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.

Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protokol jaringan dan metode transmisi.

Fungsi  7 Layer OSI, berikut adalah nama-nama layer tersebut :

7. Aplication Layer : Lapisan ke-7 ini menjelaskan spesifikasi untuk lingkup dimana aplikasi jaringan berkomunikasi dg layanan jaringan. Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
6. Presentation Layer : Lapisan ke-6 ini berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
5. Session layer: Lapisan ke-5 ini berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4. Transport layer : Lapisan ke-4 ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3. Network layer : Lapisan ke-3 ini berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2. Data-link layer : Lapisan ke-2 ini berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1. Physical layer : Lapisan ke-1 ini berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.


2). Sebutkan Layer TCP/IP dan jelaskan 

Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.

Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Berikut adalah macam-macam Layer TCP/IP , yaitu :

4. Application
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

3. Transport
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

2. Internet
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

1. Network Access
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protokol seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.




3). Data Link Layer

A. Cara Mendeteksi Kesalahan Pada Data Link Layer
Teknik parity check adalah teknik yang paling tua dalam sistem jaringan komputer. Teknik ini dikenal sangat sederhana dalam melakukan deteksi dengan menambahkan parity bit pada frame yang dikirim. Parity bit digunakan dengan transmisi asynchronous sederhana. Error dideteksi dengan menambahkan sebuah bit extra yang disebut bit parity, di setiap ujung frame. Bit tambahan ini menjamin bahwa jumlah bit 1 yang ganjil dan yang genap dikirim di setiap transmisi.



Disaat mengirimkan data, harus disepakati mengenai paritas yang digunakan, apakan genap (0) ataukah ganjil (1). Jika menggunakan paritas genap maka operator yang digunakan adalah XOR (eksklusif OR), jika menggunakan operator paritas ganjil maka operator yang digunakan adalah ~XOR (not eksklusif OR).
Bagi sisi pengirim yang harus dilakukan adalah :
  • Mengoperasikan semua bit data dengan operator sesuai paritas yang digunakan.
  • Bit hasil operasi diatas (1 bit) adalah bit paritas dan ditambahkan diujung frame.
Bagi sisi penerima yang harus dilakukan adalah :
  • Mengoperasikan semua bit data dan bit paritas dengan operator XOR, paritas apapun yang digunakan, baik genap maupun ganjil tetap menggunakan operator XOR.
  • Bit hasil operasi diatas (1 bit) harus sesuai dengan jenis paritas yang digunakan, jika menggunakan genap maka hasilnya harus 0, jika menggunakan ganjil hasilnya harus 1.
Teknik ini akan mampu mendeteksi error bit yang jumlah bit errornya ganjil saja. Jika jumlah bit error jumlahnya genap maka  teknik paritas bit akan mendeteksi tidak ada error padahal sebenarnya data yang dikirimkan terjadi error. Hanya sekitar 50% error yang dapat dideteksi dengan metode ini. Teknik ini juga dikenal kesederhanaannya dalam implementasi karena hanya menggunakan 1 bit saja untuk bit paritas (satu gate XOR untuk mengoperasikan paritas genap). Setiap error yang terdeteksi pada frame, maka pengirim harus mengirimkan ulang frame tersebut karena teknik ini tidak bisa mengetahui posisi bit yang mengalami kesalahan.
Contoh :
Akan mengirimkan nilai 4-bit yaitu 1001 dengan bit paritas disisi kanan, tanda Å menyatakan gate XOR
Transmisi pengiriman menggunakan paritas genap :
  • A ingin mengirim : 1001
  • A menghitung nilai bit paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 = 0
  • A menambahkan bit paritas dan mengirimnya : 10010
  • B menerima : 10010
  • B menghitung paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 Å 0 = 0
  • B melaporkan transmisi yang benar setelah memeriksa hasil genap yang diharapkan.
Transmisi pengiriman menggunakan paritas ganjil :
  • A ingin mengirim : 1001
  • A menghitung nilai bit paritas : ~(1Å 0 Å 0 Å 1) = 1
  • A menambahkan bit paritas dan mengirimnya : 10011
  • B menerima : 10011
  • B menghitung paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 Å 1 = 1
  • B melaporkan transmisi yang benar setelah memriksan hasil ganjil yang diharapkan.
Transmisi pengiriman menggunakan paritas genap :
  • A ingin mengirim : 1001
  • A menghitung nilai bit paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 = 0
  • A menambahkan bit paritas dan mengirimnya : 10010 *** TRANSMISSION ERROR ***
  • B menerima: 11010
  • B menghitung paritas : 1 Å 1 Å 0 Å 1 Å 0 = 1
  • B melaporkan transmisi tidak benar setelah memeriksa dan mendapatkan hasil ganjil yang tidak diharapkan.
B menghitung paritas ganjil yang mengindikasikan error, disini yang terjadi error pada bit paritasnya :
  • A ingin mengirim : 1001
  • A menghitung nilai bit paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 = 0
  • A mengirim : 10010 *** TRANSMISSION ERROR ***
  • B menerima : 10011
  • B menghitung paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 Å 1 = 1
  • B melaporkan transmisi tidak benar setelah memeriksa dan mendapatkan hasil ganjil yang tidak diharapkan.
Bit paritas hanya menjamin deteksi jumlah ganjil pada bit error. Jika jumlah genap mempunyai error, bit paritas mencatat hasil yang benar padahal datanya corrupt.
  • A ingin mengirim : 1001
  • A menghitung nilai bit paritas : 1Å 0 Å 0 Å 1 = 0
  • A mengirim : 10010 *** TRANSMISSION ERROR ***
  • B menerima : 11011
  • B menghitung paritas : 1Å 1 Å 0 Å 1 Å 1 = 0
B melaporkan transmisi benar padahal sebenarnya salah.

B. IEEE Lapisan MAC 48-bit Addressing
MAC Address (Media Access Control address) adalah alamat fisik suatu interface jaringan (seperti ethernet card pada komputer, interface/port pada router, dan node jaringan lain) yang bersifat unik  dan berfungsi sebagai identitas perangkat tersebut . Secara umum MAC Address dibuat dan diberikan oleh pabrik pembuat NIC (Network Interface Card) dan disimpan secara permanen pada ROM (Read Only Memory) perangkat tersebut. MAC address juga biasa disebut Ethernet Hardware Address (EHA)Hardware Addres, atau Physical Address.

MAC Address memiliki panjang 48-bit (6 byte). Format standard MAC Address secara umum terdiri dari 6 kelompok digit yang masing-masing kelompok berjumlah 2 digit heksadesimal. masing-masing kelompok digit dipisahkan tanda (-) atau (:), misalnya 01-23-45-67-89-ab atau 01:23:45:67:89:ab
Supaya komputer dan perangkat jaringan lain bisa berkomunikasi satu dengan yang lain, frame-frame / data yang dikirim melalui jaringan harus memiliki MAC Address. Tetapi agar komunikasi jaringan lebih mudah dan sederhana, digunakanlah IP Address. Karena komunikasi jaringan menggunakan MAC Address  maka alamat IP tersebut harus diterjemahkan ke MAC Address  Nah, maka dari itu diciptakanlah ARP (Address Resolution Protocol) yang bertugas untuk menerjemahkan IP Address menjadi MAC Address  sehingga komputer pun bisa saling
 berkomunikasi.

Beberapa Teknologi yang menggunakan MAC Address 48 bit
  • Ethernet
  • Bluetooth
  • FDDI
  • ATM
  • FireWire
  • ZigBee Networks
  • 802. 11 wireless networks
IEEE 802.5 token ring

C. Transparan bridging dan Switching Operasi

Bridge  adalah  sebuah  perangkat  antar  jaringan  (internet  working)  yang merelai frame-frame data dari satu segmen jaringan ke segmen jaringan lain, sehingga menjadikan segmen-segmen jaringan tersebut muncul sebagai sebuah LAN tunggal yang besar, yang disebut sebagaiextended LAN atau bridged LAN. Secara logika, bridge memisahkan dua segmen jaringan, danberoperasi beroperasi pada jaringan-jaringan yang mempunyai skema pengalamatan lapis data link yang kompatibel, yaitu pada sub-lapis Medium Access Control (MAC) (misalnya, IEEE
802.3 ke 802.3 atau 802.3 ke 802.5), tetapi transparan terhadap protokol-protokol jaringan danlapis-lapis yang lebih tinggi. Informasi yang disimpan pada bridge atau
yang disediakan didalam frame yang sedang ditransmisikan akan membantu bridge
dalam membuat keputusan perutean. Keputusan yang akan dibuat oleh bridge terhadap frame yang diterimanya dari sebuah segmen adalah melewatkan frame tersebut ke segmen berikutnya (dikenalsebagai forwarding), atau tidak melewatkan frame tersebut ke segmen berikutnya (dikenal sebagaifiltering). Bridge juga akan mencadangkan sebuah karakteristik LAN sebagai sebuah kanal pancar(broadcast).


Gambar tersebut menunjukkan sebuah model arsitektur protokol bridge, dengan hubungan protokol  antara  berbagai  pasangan  proses  ditunjukkan  oleh  garis horizontal. Dalampengimplementasian bridge, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, tiap segmen(kiri atau kanan) dapat mempunyai lapis MAC dan fisik sendiri. Tidak ada ketetapan padamasing-masing sisi. Kedua, LLC dan lapis protokol yang lebih tinggi lewat melalui bridgesecara transparan. Ketiga, bridge tidak menyediakan kontrol aliran data, oleh karena itu kongesti didalam bridge dapat terjadi. Bila ini terjadi, maka frame-frame tersebut akan dibuang olehbridge ini. Oleh karena itu diperlukan suatu mekanisme proses pada protokol lapis yang lebih tinggi untuk penyembuhannya.
Bridge  yang  menginterkoneksikan  LA IEEE-802  secara  langsung  disebut
local bridge.  Bridge yang dipergunakan untuk menginterkoneksikan LAN melalui fasilitasWAN (Wide Area Network) disebut dengan remote bridge. Sebagaimana dengan local bridge,remote bridge juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar mereka dapat memelihara danmelindungi karakteristik dasar dari sebuah yang ada dilingkungan extended LAN.

Switching operasi
Switch adalah suatu perangkat yang berfungsi sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer ke komputer lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut, fungsi tersebut sama dengan fungsi HUB yang menjadi perbedaan adalah switch bisa melakukan pengaturan berupa proses filter paket data. Biasanya masing-masing port pada switch bisa disetting sehingga bisa ditentukan port mana saja yang bisa saling terhubung.
Fungsi Switch dan Kelebihannya
  • Switch mampu untuk memeriksa dengan seksama setiap paket data yang diterima
  • Switch mampu untuk menentukan tujuan dan sumber paket data yang melaluinya
  • Switch memiliki kemampuan untuk mem-forward setiap paket data dengan tepat
Seperti halnya HUB, switch memiliki banyak port yang digunakan menghubungkan komputer. Banyaknya port yang terdapat pada Switch pun bermacam-macam, 8 port, 16 port, 24 port dan seterusnya. Switch disajikan untuk Eternet komputer, masing-masing dari port yang terdapat pada switch dimungkinkan untuk diatur support speed & duflex atau support kecepatan ethernetnya, misalnya saja kecepatan 10 Mbps, 100Mbps, 1000MBps atau bisa juga disetting auto. Kemampuan Switch untuk melewatkan data ke hanya device yang dituju bisa menghemat bandwidht jaringan juga paket data yang melewati Switch akan lebih terjaga keamanannya ketimbang yang dilewatkan melalui HUB.
D. Switch Sebagai Multiport Jembatan
Switch jaringan adalah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwading berdasarkan alamat MAC).
Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area terbatas,switch bekerja pada lapisan data link,dan cara kerjanya hampir seperti brigde,tetapi switch memiliki sejumlah port  sehingga sering dinamakan multi-port bridge .
Switch dikatakan sebagai multi-port brigde karena mempunyai collsion domain dan broadcast domain tersendiri .
Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.

4. Network layer
Pengertian Router Dan Macam-Macam Jenis Tipe Router
Perbedaan mendasar antara router dan switch adalah, jika router berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih dari satu jaringan LAN, sedangkan switch tersebut berfungsi untuk menghubungkan sejumlah perangkat guna menghasilkan jaringan LAN itu sendiri. Jadi memang berbeda cukup jelas. Router tersebut bisa digunakan untuk mengkoneksikan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang ukurannya lebih besar, atau yang disebut dengan internetwork.
Atau bisa juga dikatakan untuk membagi sebuah jaringan yang besar ke dalam beberapa subnetwork dengan fungsi untuk meningkatkan kinerja serta juga mempermudah system manajemennya. Router tersebut juga kadang bisa digunakan untuk menghubungkan dua buah jaringan yang memakai media yang berbeda, berbeda arsitektur jaringan, seperti misalnya dari Ethernet ke Token Ring.
A. Jenis-Jenis Router
Secara umum, router tersebut dikelompokkan dalam dua jenis, yakni router statis dan router dinamis. Router statis (static router) adalah router yang mempunyai tabel routing dengan kondisi statis yang diatur dengan cara manual oleh pihak administrator jaringan. Sementara router dinamis (dynamic router) adalah router yang mempunyai dan membuat tabel routing dengan kondisi dinamis dengan cara membaca lalu lintas jaringan, juga saling berhubungan dengan beberapa router lainnya.
Berdasarkan jenisnya, router sendiri dibagi dalam 3 jenis, berikut ini ketiga jenis router tersebut beserta penjelasannya:
1. Router PC
Router PC adalah Sistem Operasi yang memiliki fasilitas untuk mensharing atau membagi IP Address. Router PC merupakan computer yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berfungsi sebagai router. Sebuah computer bisa dijadikan router tidak harus dengan spesifikasi yang tinggi. Computer pentium dua memiliki hard drive 10 GB dan ram 64 sudah bisa digunakan sebagai router dengan cara menginstall system operasi khusus untuk router tersebut. Yang paling banyak digunakan adalah system operasi Mikrotik.
2. Router Hardware
Router Hardware adalah sistem perangkat yang memiliki kemampuan seperti halnya router, sehingga hardware atau perangkat keras tersebut bisa membagi, memancarkan, serta juga mensharing IP Address.
3. Router Aplikasi
Router Aplikasi adalah aplikasi yang dapat diinstal pada Sistem Operasi sehingga bisa membuat Sistem Operasi bersangkutan memiliki kemampuan seperti halnya router, contohnya WinProxy, WinRoute, SpyGate dan juga WinGate.
Berdasarkan pada cara pengiriman datanya, routing tersebut dibagi menjadi dua jenis yaitu routing langsung dan routing tidak langsung. Routing langsung tersebut adalah routing dengan cara mengirim data dari satu alamat IP kepada alamat IP yang lain tanpa harus melalui sebuah host. Seperti sebuah komputer yang memiliki alamat IP A hendak mengirimkan data pada alamat IP B, maka datanya tersebut akan bisa langsung dikirim.
Akan tetapi untuk routing tidak langsung sedikit berbeda, data yang dikirimkan tersebut harus lah lebih dulu melewati host lainnya, Sebagai contoh misalnya data yang dikirim oleh alamat IP A pada alamat IP B haruslah melewati IP C lebih dahulu sebelum kemudian disampaikan ke alamat IP B.

B. Protokol yang ada pada network layer beserta fungsinya
Protokol – protocol yang bekerja pada network layer
Salah satu hal yang penting pada network layer adalah protokol jaringan komputer. Ada beberapa protokol-protokol yang ada pada jaringan komputer yang bekerja pada lapisan network layer ini. Berikut ini adalah protocol network layer tersebut:

1.IP
IP atau yang merupakan kependekan dari Internet Protocol merupakan protokol jaringan komputer yang paling umum digunakan pada network layer. Hal ini dikarenakan, network layer berfungsi untuk mendefinisikan IP address dari setiap komputer yang terhubung ke dalam jaringan, sehingga nantinya setiap paket data yang ditransmisikan dapat sampai pada ‘alamat’ tujuan.

2. ARP
ARP merupakan kependekan dari Address Resolution Protocol. Apabila kita artikan secara harafiah, protocol ARP ini bertugas untuk memberikan resolusi trhadap alamat jaringan komputer. Hal ini ternyata memang sejalan dan juga sesuai dengan fungsi utama dari network layer, yaitu berfungsi untuk mengetahui dan juga mengidentifikasi alamat IP dari tiap – tiap komputer yang digunakan, dan juga terhubung ke dalam jaringan komputer.

3. ICMP
ICMP adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol. Protocol yang satu ini memiliki fungsi untuk memberikan atau mengrimkan notifikasi dan juga pesan apabila terjadi maslaah pada proses transmisi data, baik masalah pada server, host, maupun apabila IP address yang dituju tidak ditemukan. Dengan adanya protocol ini pada network layer, maka operator atau server atau host mengetahui, IP address atau host mana saja yang mengalami masalah saat proses transmisi data melalui jaringan komputer sedang berjalan.

4. RARP
RARP merupakan kependekan dari Reverse Address Resolution Protokol. Protocol pada network layer ini memiliki tugas dan juga fungsi untuk mengetahui alamat fisik dari sebuah komputer atau NIC berdasarkan alamat IP yang dimiliki oleh sebuah komputer tersebut. Hal ini kebalikan dari ARP, dimana ARP bertugas untuk mengidentifikasi alamat IP dari sebuah komputer di dalam jaringan.

5. IGMP
Protkol berikutnya yang bekerja pada network layer ini adalah protocol IGMP. Protokol IGMP merupakan kependekan dari Internet Group Message Protocol, yang merupakan protocol yang digunakan untuk memberi fasilitas pesan kepada grup penerima di dalam jaringan komputer.

C. Internet Control Message Protocol (ICMP)
adalah salah satu protokol inti dari Keluarga Interntet Protokol ICMP utamanya digunakan oleh Sistem Operasi Jaringan  jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
ICMP berbeda tujuan dengan TCP  dan UDP  dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.

D. Pengertian Traceroute

Traceroute (Tracert) adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan.

Cara melakukan Traceroute pada Windows
1.Klik Start –> Run
2.Setelah muncul pop up lalu anda tinggal ketikkan –> CMD
3.lalu munculah gambar seperti di bawah ini , kemudian anda  tinggal ketikkan –> tracert (spasi) nama domain anda.

Dengan traceroute, kita dapat menganalisis informasi mengenai lokasi router, tipe dan kapasitas interface, tipe dan fungsi router, serta batas-batas network yang dilalui, berdasarkan DNS interface yang dilalui. Untuk lebih memperjelas, berikut ini adalah contoh hasil traceroute.




Hasil tracert diatas menunjukkan bahwa koneksi yang digunakan cukup stabil, terlihat 12 Hops (loncatan). Waktu dalam satuan ms (millisecond) sama seperti halnya Hops, semakin kecil waktu perpindahan data, maka akan semakin baik /cepat  anda mengakses situs yang anda traceroute  tadi.
Tetapi jika anda melihat pada hasil tracert ada tanda  *  atau pesan “request timed out” pada hasil tracert anda, maka disitulah masalah yang ada pada koneksi internet anda.
Secara practical, traceroute digunakan sebagai bahan untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan penyebab Anda tidak bisa mengakses suatu website.
Jika Anda tidak bisa mengakses website Anda dan hasil tracert tidak complete, silahkan menghubungi support dari Provider hosting  dan informasikan hasil tracert tersebut untuk digunakan sebagai bahan analisa penyebab kemungkinan website Anda tidak bisa diakses, selain itu informasikan juga IP Publik koneksi Anda saat ini untuk mencegah kemungkinan IP Publik Anda terblok di sisi server.

1 komentar: